ARTIKEL BIMBINGAN KONSELING ISLAMI

MENGIDENTIFIKASI MASALAH BELAJAR DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ISLAM

Oleh :

Normansyah

 

ABSTRAK

Implementasi bimbingan konseling Islami pada masa ini hanya dipandang sebuah layanan penyuluhan bagi peserta didik yang bermasalah. Pandangan bimbingan konseling Pada masa ini pun banyak masalah belajar yang dialami oleh peserta didik. Proses bimbingan konseling di Sekolah Menengah Pertama Islam ikut andil dalam mengidentifikasi masalah belajar Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui implementasi bimbingan konseling Islami serta memahami dalam mengidentifikasi masalah belajar peserta didik di Sekolah Menengah Pertama Islam, mengetahui upaya yang dapat dilaksanakan bimbingan konseling Islami dalam mengidentifikasi masalah belajar peserta didik di Sekolah Menengah Pertama Islam. Penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (Field Research) dengan metode pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bidang bimbingan konseling, peserta didik, kepala sekolah dan bagian kurikulum. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi bimbingan konseling Islami dalam mengidentifikasi masalah belajar, dengan cara melakukan bimbingan individu dan kelompok, melakukan bimbingan belajar terhadap siswa dan menerapkan strategi active learning untuk memahami dan mengasah kemampuan siswa. Implementasi bimbingan konseling Islami dapat berjalan dengan baik, karena adanya kolaborasi antar guru bidang lainnya.

Kata Kunci: Implementasi Bimbingan Konseling Islami, Masalah Belajar

ABSTRACT

 

The implementation of Islamic counseling guidance at this time is only seen as an extension service for students with problems. View of counseling guidance At this time too many learning problems experienced by students. The process of counseling guidance in Islamic Junior High Schools contributes to identifying learning problems learners at Islamic Middle School. This research is a type of field research with a qualitative approach. The subjects of this study were teachers in the field of counseling guidance, students, principals and curriculum sections. The results of this study indicate that the implementation of Islamic counseling guidance in identifying learning problems, by conducting individual and group guidance, conducting student guidance and implementing active learning strategies to understand and hone students' abilities. Implementation of Islamic counseling guidance can work well, because of collaboration between teachers in other fields.

 

Keywords: Implementation of Islamic Counseling Guidance, Learning Problems

 

 

 


PENDAHULUAN

Kehidupan yang kita jalani didunia yang fana ini tidak akan lepas dari sebuah ujian ataupun masalah, masalah itu akan terselesaikan apabila kita siap dan berani untuk menghadapinya, oleh karena itu dibutuhkan pribadi atau individu yang dewasa, siap serta matang dalam potensi dirinya. Sebagai seorang mahasiswa tentunya sudah siap matang, berfikir secara kritis, serius menatap masa depan demi mencapai kesuksesan dimasa yang akan datang. Tidak sedikit dari mahasiswa pun terkadang masih berpikir plin-plan (labil) dalam mengambil sebuah keputusan. Sebagai seorang mahasiswa pun pasti pernah merasakan pendidikan jenjang TK (Taman Kanak-kanak) atau PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), jenjang SD (Sekolah Dasar) atau MI (Madrasah Tsanawiyah), jenjang SMP (Sekolah Menengah Pertama) atau MTs (Madrasah Tsanawiyah) dan Jenjang SMA (Sekolah Menengah Pertama) atau MA (Madrasah Aliyah). Pada jenjang yang penulis tuliskan dimuka tentu saja potensi diri pada kepribadian mereka belum sepenuhnya terlihat, misalnya pada waktu belajar mereka harus diberitahu terlebih dahulu, apabila pada saat shalat mereka pun harus diingatkan bahkan harus dimarahi Dengan perkembangan zaman yang serba modern ini telah banyak menimbulkan perubahan-perubahan serta kemajuan dalam berbagai aspekaspek kehidupan, populasi jumlah penduduk juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan kehidupan. Perubahan dan perkembangan sebagaimana disebutkan diatas tidak menutup kemungkinan setiap individu akan menghadapi berbagai masalah salah satunya masalah dalam pendidikan. Dalam hal ini individu perlu sekali mendapatkan bantuan agar peserta didik itu mampu memecahkan masalah-masalah yang sedang dihadapinya. Berdasarkan penjelasan diatas, banyak sekali permasalahanpermasalahan yang muncul yang dapat mengganggu psikologis anak didik, baik permasalahan yang datang dari dalam maupun yang datang dari luar individu tersebut. Oleh karena permasalahan diatas tersebut, proses pembelajaran anak didik dapat terhambat bahkan sampai terhenti, prestasi yang dicapai tidak akan maksimal, bahkan jika anak belum mampu menghadapi permasalahannya tidak menutup kemungkinan anak itu akan terjerumus kedalam keadaan yang tidak baik. Madrasah dalam fungsinya tidak dapat melepaskan diri dari situasi kehidupan masyarakat tentu saja harus membantu peserta didiknya. Madrasah tentu membantu agar peserta didiknya bisa menyelesaikan berbagai problem-problem yang dialami peserta didik, sebagaimana penjelasan diatas. Kegiatan intra dan ekstra dalam proses pembelajaran merupakan salah satu kegiatan yang diberikan sekolah terhadap peserta didik. Namun disamping itu madrasah harus membantu secara pribadi kepada peserta didik agar dapat menyelesaikan masalah tersebut. Dalam kondisi ini pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan dibutuhkan sebagai suatu upaya bantuan dan pelayanan madrasah terhadap peserta didik.  Dalam bimbingan konseling Islami, pelaksanaannya sangat penting dalam mengidentifikasi masalah belajar dalam proses pembelajaran di sekolah, karena saat peserta didik memiliki masalah, peserta didik tidak akan mampu menyelesaikannya dengan sendiri, peserta didik akan merasa sangat tertekan, jika peserta didik tersebut sudah merasa bosan dan lelah, maka tidak menutup kemungkinan anak akan terjerumus kedalam hal yang tidak baik seperti dikemukakan pada penjelasan diatas. Dengan mengupayakan keberhasilan dalam setiap proses pembelajaran, serta dengan mencegah peserta didik tersebut terjerumus ke dalam hal yang tidak baik, maka bidang bimbingan konseling Islami ikut andil atau berkontibusi dalam menanganinya. Begitupun dengan agama yang kita yakini dengan sepenuh hati. Islam yang mencintai perdamaian, Islam yang mengajarkan kita tentang kasih sayang, begitupun Islam yang mengajarkan kita tentang pentingnya dalam menolong untuk kebaikan. Sebagaimana firman Allah tentang tolong menolong dalam kebaikan. (Q.S. Al-Ma‟idah ayat, 5:2):

Artinya: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”{Q.S. al-Ma‟idah. 5:2} Berdasarkan hasil survey penelitian, pelaksanaan bimbingan konseling Islami sangatlah penting dalam mengidentifikasi masalah belajar, dengan merangkul beban dan masalah yang dimiliki oleh peserta didik. Masalah-masalah yang dihadapi peserta didik dapat menimbulkan hambatan-hambatan dalam proses pembelajaran di sekolah atau madrasah itu sendiri. Oleh karena itu tidak salah bila sebagian orang memandang bahwa bidang bimbingan konseling Islami hanya diam diruangannya menunggu peserta didik membutuhkan atau menunggu timbulnya masalah disekolah. Hakikatnya bimbingan konseling disuatu sekolah mempunyai mekanismenya tersendiri dalam menyelesaikan suatu masalah peserta didik, khususnya masalah belajar dalam bimbingan belajar, akan tetapi pada umumnya bidang bimbingan konseling Islami pun ikut andil dalam mencegah timbulnya masalah-masalah pada peserta didik. Sekolah Menengah Pertama, merupakan salah satu madrasah yang bisa dikatakan berkembang di Banjarmasin. Peserta didik yang menempuh pendidikan disana bisa terbilang mempunyai beberapa masalah dalam kehidupanya masing-masing misalnya, dalam masalah  ekonomi dan masalah kehidupan dirumahnya oleh karena itu bidang bimbingan konseling disana pun ikut andil meringankan, menyelesaikan hambatan-hambatan yang dialami peserta didik khususnya dalam proses pembelajaran bimbingan konseling Islami di MTs Negeri 2 Sleman pun ikut andil dalam mendisiplinkan dan menertibkan siswa mulai dari saat siswa datang ke sekolah sampai saat bel jam selesai sekolah. Bagian bimbingan konseling di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Sleman pun berkerja sama dengan bagian kesiswaan dan bagian kurikulum (pengajaran), terlihat saat dimana guru pengampu mata pelajaran yang saat itu tidak berkenan hadir, bagian bimbingan konseling memberikan bimbingan belajar dengan berkomunikasi kepada bagian kesiswaan yang dimana bagian pengajaran pun sangat sibuk dalam urusan eksternal sekolah. Upaya yang dilakukan oleh bidang bimbingan konseling itu demi terciptaya ketentraman serta kedisiplinan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan pemaparan latar belakang diatas, yang menjadi pertanyaan peneliti dalam garis besar adalah bagaimana implementasi bimbingan konseling Islami dalam mengidentifikasi masalah belajar peserta didik tersebut? Maka peneliti tertarik mengadakan penelitian dengan judul: Implementasi Bimbingan Konseling Islami Dalam Mengidentifikasi Masalah Belajar Peserta Didik di Sekolah Menengah Pertama Islam

 

LANDASAN TEORI

1. Bimbingan Konseling

a. Pengertian Bimbingan

Untuk memberikan pandangan tentang adanya bermacammacam pendapat mengenai apa yang dimaksud dengan bimbingan. Berikut pengertian bimbingan menurut para ahli. Jones (1963) memberikan pengertian tentang bimbingan: 10 “Guidance is the assistance given to individuals in making intelligent choices and ajustments in their liver. The ability is not innate it mustr be developed. The fundamental purpose of guidance is to develop in each individual up to the limit of his capacity, it going to solve his own problems and to make his own adjustments

b.Pengertian Konseling

 Seperti halnya dengan pengertian bimbingan (guidance), di dalam pengertian konseling juga terdapat beberapa macam tinjauan atas pengertian itu, konseling merupakan arti dari kata counseling, yaitu bagian dari bimbingan, baik sebagai pelayanan maupun sebagai teknik. Pelayanan konseling merupakan jantung hati dari usaha layanan bimbingan secara keseluruhan (counseling is the heart of guidance program) dan Ruth Strang menyatakan guidance is broader is a most important tool og guidance

Bimbingan Konseling Islami adalah suatu proses bantuan untuk pemecahan masalah-masalah, pengenalan diri indiividu penadaptasian diri individu, pengarahan diri individu guna mencapai kenyataan diri sesuai dengan ajaran agama Islam. b. Tujuan Bimbingan dan Konseling Islami Secara umum, tujuan bimbingan dan konseling Islami itu dapat dirumuskan sebagai “menolong individu menciptakan dirinya sebagai manusia sepenuhnya agar mencapai kebahagiaa hidup di dunia dan akhirat.”33 Bimbingan dan konseling sifatnya hanya merupakan bantuan, hal ini sudah diketahui dari pengertian atau definisinya. Individu yang diartikan disini adalah orang yang dibimbing atau diberi konseling, baik perorangan maupun kelompok. Orang yang menghadapi masalah, lebih-lebih jika berat, maka yang bersangkutan tidak merasa bahagia. Bimbingan dan konseling Islami berusaha membantu klien agar dapat hidup bahagia, bukan didunia, melainkan juga diakherat. Oleh Karena itu tujuan akhir bimbingan dan konseling Islami adalah kebahagiaan hidup umat didunia dan diakhirat.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian Metode penelitian pada dasarnya merupakan metode ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu di perhatikan yaitu, cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan.68 Jenis penelitian pada yang akan digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Bogdan dan Taylor mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari beberapa oran dan perilaku yang dapat diamati. Jenis penelitian ini dikategorikan penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang dilakukakan peneliti di kancah atau medan terjadinya masalah yang akan diteliti

HASIL PEMBAHASAN

Implementasi Bimbingan Konseling Islami di Sekolah Menengah Pertama Islam Bimbingan Konseling sangatlah berperan penting bagi sebuah lembaga sekolah karena setiap lembaga sekolah harus mempunyai suatu bidang yang dapat mengayomi peserta didik, khususnya peserta didik yang mempunyai masalah. Bimbingan Konseling yang ada Sekolah Menengah Pertama memiliki menjadi faktor penting dalam mengidentifikasi masalah

Berdasarkan pemaparan guru bidang bimbingan konseling di Sekolah Menengah Pertama, pelaksanaan bimbingan konseling Islami sangatlah penting karena guru bimbingan perlu mengenali karakteristik siswa untuk mengetahui siswa bermasalah maupun tidak bermasalah, hal ini di upayakan dengan menyapa, betegur sapa dengan siswa maupun wali murid di gerbang sekolah sebelum jam masuk sekolah dimulai. Dalam hal ini bidang bimbingan konseling Islami di Sekolah Menengah Pertama sudah berjalan dengan baik, karena kembali kepada kemampuan guru tersebut dalam menemukan, menggali masalah yang ada pada peserta didik tersebut. Dalam penjelasan dalam wawancara nya pun pelaksanaan bidang bimbingan konseling di Sekolah Menengah Pertama Islam bimbingan individual, bimbingan karier, bimbingan sosial, dan bimbingan belajar

Pelaksanaan bimbingan konseling Islami di Sekolah Menengah Pertama sangat berperan penting terhadap proses pembelajaran. Informan I selaku guru bidang bimbingan konseling selalu berusaha untuk menertibkan dan membantu kegiatan yang ada di sekolah, terkhusus kepada kegiatan ibadah dan proses pembelajaran peserta didik, guru bidang bimbingan konseling pun dalam pelaksaanaannya berupaya untuk melayani peserta didik dengan segala kemampuannya dan keterampilannya, terkhusus pada bimbingan individual, kelompok, karier, dan belajar.

Pelaksanaan bimbingan konseling islami sangatlah penting dalam awal proses pembelajaran sampai dengan penghujung jam pelajaran, selain itu pelaksanaan bimbingan konseling Islami di Sekolah Menengah Pertama pun bukan hanya sekedar guru bimbingan yang diam diruangan menunggu tugas datang, atau menunggu siswa yang membutuhkan bantuan bimbingan, akan tetapi pelaksanaan bimbingan konseling Islami di Sekolah Menengah Pertama berkolaborasi dengan bagian lain, seperti waka kesiswaan dalam menjaga siswa, membantu proses belajar mengajar.

Begitupun senada dengan penjelasan kepala sekolah, waka kesiswaan di Sekolah Menengah Pertama pun merasakan hal yang sama tentang pentingnya pelaksanaan bimbingan konseling Islami. Wawancara antara peneliti dengan Informan III dikuatkan dengan adanya mekanisme yang telah tertera dalam ruangan bimbingan konseling Islami bahwa bimbingan

 

Masalah Belajar di Sekolah Menengah Pertama

Pada aspek proses pembelajaran di sekolah, maka dengan adanya masalah-masalah dalam proses pembelajaran dikategorikan ke dalam dua hal berdasarkan sifatnya, yaitu internal dan eksternal.

1.      Faktor-faktor Internal; Faktor-faktor yang ada pada diri peserta didik itu sendiri, yaitu: Kesehatan, Rasa aman, Faktor kemampuan Intelektual, Faktor afektif perasaan dan percaya diri, Motivasi, Kematangan untuk belajar, Usia, Jenis kelamin, Latar belakang sosial, Kebiasaan belajar, Kemampuan mengingat, Kemampuan pengindreaan.

2.      Faktor Eksternal; Faktor-faktor yang ada dari luar diri peserta didik, yaitu berasal dari: Kebersihan rumah, Udara yang panas, Ruang belajar yang tidak memenuhi syarat, Alat-alat pelajaran yang tidak memadai,Lingkungan sosial maupun lingkungan alamiah, Kualitas prosespembelajaran.

Berdasarkan kepada penjelasan faktor masalah belajar diatas, selanjutnya peneliti melakukan analisis data, hasil data yang diperoleh penulis yang pertama adalah melalui wawancara secara langsung dengan beberapa Informan tentang masalah belajar di Sekolah Menengah Pertama dan faktor yang mempengaruhinya

 

Upaya Bimbingan Konseling Islami Mengidentifikasi Masalah Belajar

Dalam upaya identifikasi masalah-masalah dalam belajar diperlukan seperangkat keterampilan khusus, sebab kemampuan mengidentifikasi yang didasarkan dengan naluri belaka kurang efektif.

Semakin luas pengetahuan pendidik tentang gejala-gejala kesulitan dan masalah-masalah belajar dan makin terampil guru melakukan upaya diagnosis terhadap masalah belajar.

Gejala-gejala munculnya masalah belajar dapat diamati dalam berbagai bentuk gejala-gejala, misalnya muncul tanda dalam bentuk perubahan perilaku yang menyimpang juga muncul dalam bentuk seperti suka mengganggu teman, merusak alat-alat pembelajaran, sulit

memusatkan terhadap perhatian, sering termenung, menangis, hiperaktif, sering bolos dan sebagainya. Identifikasi masalah belajar, dapat diidentifikasi melalui tes tersebut ialah: Tes Hasil Belajar, Tes

Kemampuan Dasar

Melihat metode identifikasi secara tes diatas dan langkah-langkahn pemecahan diatas, peneliti melakukan penelitian dengan metode wawancara guna mengetahui sampai mana upaya bimbingan konseling Islami mengidentifikasi masalah faktor belajar di Sekolah Menengah tentang upaya bimbingan konseling dapat dimuat

dalam wawancara peneliti dengan Informan secara langsung. Berikut pemaparan

 

Bimbingan Konseling Islami di Sekolah Menengah Pertama Islam

Implementasi Bimbingan Konseling Islami di Sekolah Menengah Pertama sangat penting terhadap perkembangan pembelajaran anak, ini dibuktikan dengan adanya upaya peningkatan motivasi belajar peserta didik, walaupun bimbingan konseling Islami berpegang teguh kepada

mekanisme, hakikat tujuan dan fungsi yang ada, bidang bimbingan konseling Islami pun tidak bisa sendiri dalam menyelesaikan persoalanpersoalan yang ada pada peserta didik, bidang bimbingan konseling Islami perlu berkolaborasi dengan bidang-bidang tertentu disekolah. Bidang bimbingan konseling mempunyai mekanisme yang berhubungan dengan

dewan guru di Sekolah Menengah Pertama Islam, sarana prasarana menjadi kendala besar dalam proses bimbingan kelompok. Masalah belajar pada umumnya dipengaruhi dengan faktor pendidikan dirumah, selain itu faktor lingkungan dan sarana prasarana mempengaruhi proses peningkatan motivasi belajar peserta didik. Selanjutnya pelajaran tambahan yang menerapkan strategi active learning pun digunakan oleh beberapa guru, termasuk guru bidang bimbingan konseling guna mengasah kemampuan dasar peserta didik, serta memberikan ruang agar peserta didik bebas berpendapat.

 

PENUTUP

Berdasarkan pembahasan peneliti sebelumnya bahwa:

1.      Implementasi pelaksanaan bimbingan konseling Islami di Sekolah Menengah Pertama Islam adalah: Layanan bimbingan, fungsi dan tujuan bimbingan konseling Islami, Sarana prasarana, serta kolaborasi bidang bimbingan konseling dengan dewan guru lainnya

2.      Upaya bimbingan konseling Islami di Sekolah Menengah Pertama dalam mengidentifikasi masalah belajar yaitu: Berkolaborasi dengan guru pelajaran dalam bimbingan belajar, Menerapkan strategi active learning dalam bimbingan belajar, Menumbuhkan motivasi belajar dengan memberikan reward.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Aunur Rahim Faqih, Bimbingan dan Konseling Dalam Islam. (Yogyakarta: UII Press.2001)

Bimo Walgito, Bimbingan dan Konseling (Studi dan Karir). (Yogyakarta: C.V. Andi Offset. 2004)

Dewa Ketut Sukardi, Nila Kusmawati, Proses Bimbingan dan Konseling di Sekolah (Jakarta: Rineka Cipta.2008)

Djumhur, Moh. Surya,Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah (Guidance & Conseling) (Bandung:C.V. Ilmu, 1975),

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung, Alfabeta, 2015),

Thohari Musnamar, dkk, Dasar-dasar Konseptual Bimbingan & Konseling Islami. (Yogyakarta: UII Press. 1992),


Komentar